♡Juldan "Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah," Pasti tahu dong ini lagu siapa? Bukan mau bahas soal lagunya, tapi tentang seseorang yang bikin lagu itu jadi ada nilai historisnya. Tentang dia itu serba gak diduga. Tiba-tiba dan beragam ‘Rasa’. Gak berarti berjalan mulus. Ada perbedaan diantara kami. Dari jarak berpuluh-puluh kilometer. Dari angka yang bertambah padahal masanya berkurang, yang disebut usia. Mata yang tak pernah saling menatap. Tetapi toh, kita bisa sama-sama bilang, “Akhirnya!” Yah, akhirnya kita satukan tuju juga. Setelah kamu susah payah nabung. Setelah aku susah payah bersabar.  Di pergantian malam, di Bandung 24 Agustus 2012 mulai tertoreh sejarah. Dan marilah kita “Nikmati rasa”. Kita nikmati rasa manis kayak kecap aja yah. Jangan rasa sambel kayak yang kamu doyan itu :p Yang terberat adalah, Kamu bilang,”Rindu tebal” Yah, sangat. Jaraklah aktor utama yang membuat rindu menggebu. Dan sekarang, sangat merindu kamu. "Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku bersama kita hadapi dunia"

♡Juldan

"Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah,"

Pasti tahu dong ini lagu siapa? Bukan mau bahas soal lagunya, tapi tentang seseorang yang bikin lagu itu jadi ada nilai historisnya.

Tentang dia itu serba gak diduga. Tiba-tiba dan beragam ‘Rasa’.

Gak berarti berjalan mulus. Ada perbedaan diantara kami. Dari jarak berpuluh-puluh kilometer. Dari angka yang bertambah padahal masanya berkurang, yang disebut usia. Mata yang tak pernah saling menatap.

Tetapi toh, kita bisa sama-sama bilang, “Akhirnya!”

Yah, akhirnya kita satukan tuju juga.

Setelah kamu susah payah nabung. Setelah aku susah payah bersabar. 

Di pergantian malam, di Bandung 24 Agustus 2012 mulai tertoreh sejarah.

Dan marilah kita “Nikmati rasa”. Kita nikmati rasa manis kayak kecap aja yah. Jangan rasa sambel kayak yang kamu doyan itu :p

Yang terberat adalah,

Kamu bilang,”Rindu tebal”

Yah, sangat.

Jaraklah aktor utama yang membuat rindu menggebu. Dan sekarang, sangat merindu kamu.

"Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku bersama kita hadapi dunia"

Finally, ketemu lagi sama Yogyakarta :*
Urung menggapai mimpi itu Saya urung menggapai mimpi itu. Angan yang terkembang sejak saya duduk di bangku menengah pertama. Pengecut memang jika mimpi itu harus layu. tapi, ternyata saya hanya manusia biasa. Seharusnya sejak dini saya sadar diri. Memang, seperti pisau. Bakat tak akan tampak bila tak dilatih. tapi, memiliki minat akan membuat kita rajin berlatih. Sudahlah ! untuk sementara, kubur dulu mimpi itu. be an announcer

Urung menggapai mimpi itu

Saya urung menggapai mimpi itu.

Angan yang terkembang sejak saya duduk di bangku menengah pertama.

Pengecut memang jika mimpi itu harus layu.

tapi, ternyata saya hanya manusia biasa. Seharusnya sejak dini saya sadar diri.

Memang, seperti pisau. Bakat tak akan tampak bila tak dilatih. tapi, memiliki minat akan membuat kita rajin berlatih.

Sudahlah !

untuk sementara, kubur dulu mimpi itu.

be an announcer

Allah says: “You may have someone in your mind, someone in your heart, someone in your dreams, someone in your life, but I am your someone when you have no one.” (via nendeyf)

Allah says: “You may have someone in your mind, someone in your heart, someone in your dreams, someone in your life, but I am your someone when you have no one.”

(via nendeyf)

5546
Pipi Bandung mendung di 28 Desember 2010 PISAU ! Maaf Pisau yang ei pilih. Karena ketiga feeling itu membuka mata ei. Yes! feeling kesatu dan ketiga memang benar. Tapi, itu bukan acuan yang sebenarnya ei memilih pisau. Ei hanya ingin belajar jujur dengan diri sendiri. Ei lebih memilih pipi sakit hati di hari ini daripada harus berlama-lama ei memaksakan diri dan lebih lebih menyakiti pipi di kemudian hari. Maaf, beribu-ribu maaf mungkin tak merubah keadaan. Ketika ei simpen pisau itu di tengah, itu benar-benar BERAT. Ibarat saya akan menusuknya. Saya tak berani menatapnya, apalagi banyak berkata-kata. Yah, mungkin semuanya terlalu cepat. Kita terlalu cepat mengiyakan ini menjadi sebuah hubungan. tanpa saya sadari, kenyamanan itu tiba-tiba pudar. Saya coba dan terus mencoba agar bisa ke tahap selanjutnya. tapi, inilah realitanya dan saya telah berusaha. Terimakasih untuk senyum manismu, Terimakasih untuk perhatianmu. Terimakasih untuk si bangbrang. Thanks for everything Pipi sayang. *Kembali sendiri di akhir tahun ini. Mangga Pi, remove Facebook ei. Yaaahh, ei manggil Bangjohn (lagi) doong :’)

Pipi

Bandung mendung di 28 Desember 2010

PISAU ! Maaf Pisau yang ei pilih. Karena ketiga feeling itu membuka mata ei.

Yes! feeling kesatu dan ketiga memang benar.

Tapi,

itu bukan acuan yang sebenarnya ei memilih pisau.

Ei hanya ingin belajar jujur dengan diri sendiri. Ei lebih memilih pipi sakit hati di hari ini daripada harus berlama-lama ei memaksakan diri dan lebih lebih menyakiti pipi di kemudian hari.

Maaf, beribu-ribu maaf mungkin tak merubah keadaan.

Ketika ei simpen pisau itu di tengah, itu benar-benar BERAT. Ibarat saya akan menusuknya. Saya tak berani menatapnya, apalagi banyak berkata-kata.

Yah, mungkin semuanya terlalu cepat. Kita terlalu cepat mengiyakan ini menjadi sebuah hubungan. tanpa saya sadari, kenyamanan itu tiba-tiba pudar. Saya coba dan terus mencoba agar bisa ke tahap selanjutnya. tapi, inilah realitanya dan saya telah berusaha.

Terimakasih untuk senyum manismu, Terimakasih untuk perhatianmu. Terimakasih untuk si bangbrang. Thanks for everything Pipi sayang.

*Kembali sendiri di akhir tahun ini. Mangga Pi, remove Facebook ei. Yaaahh, ei manggil Bangjohn (lagi) doong :’)

1